Saturday, May 8, 2010

Lima mitos kanker payudara

SURVEI menunjukkan, kanker payudara merupakan penyakit nomor satu yang dikhawatirkan perempuan. Berbagai kesalahpahaman yang berkembang tentang penyakit ini, bisa semakin memicu stres dan tentunya membahayakan jiwa perempuan.

Demi kesehatan dan keselamatan jiwa Anda sendiri, ada baiknya mempelajari kebenaran di balik mitos yang beredar tentang penyakit ini.

Mitos #1: Mengenakan bra berkawat meningkatkan risiko terkena kanker payudara

Klaim yang menyatakan bra berkawat menekan sistem limfatik payudara, membuat racun menumpuk sehingga menyebabkan kanker payudara, tidak terbukti secara ilmiah. Menurut konsensus, jenis bra serta ketat atau longgarnya pakaian dalam Anda, tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara.


Mitos #2: Perempuan berdada kecil berisiko lebih rendah terkena kanker payudara

Tidak ada hubungan antara ukuran dada seseorang dengan besar kecil risiko terkena kanker payudara. Dada berukuran besar memang lebih sulit diperiksa dibandingkan dengan dada berukuran kecil, melalui uji payudara klinis, mammogram, mau pun MRI. Tapi setiap perempuan, terlepas dari ukuran dadanya, harus rajin memeriksa payudara secara rutin demi keselamatan jiwanya.


Mitos #3: Hanya perempuan dengan sejarah kanker payudara dalam keluarga yang berisiko terkena penyakit serupa

Sekitar 70 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara, tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi atas penyakit ini. Tapi risiko sejarah keluarganya adalah seperti ini: Jika seorang kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara, atau anak) mengalami atau menderita kanker payudara, risiko Anda terserang penyakit itu sekitar dua kali lipat. Jika Anda memiliki dua orang kerabat tingkat pertama yang menderita kanker payudara, risiko Anda pun semakin meningkat.


Mitos #4: Benjolan pada payudara kebanyakan adalah kanker

Kenyataannya, sekitar 80 persen benjolan di payudara perempuan disebabkan oleh perubahan jinak nonkanker, kista, atau kondisi lainnya. Meskipun demikian, para dokter mendorong perempuan untuk melaporkan perubahan apa pun yang terjadi pada payudaranya. Sebab, pendeteksian dini terhadap kanker payudara lebih baik daripada terlambat. Dokter mungkin menyarankan mammogram, ultrasound, atau biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut adalah kanker atau bukan.


Mitos #5: Implan payudara meningkatkan risiko kanker

Menurut penelitian, perempuan yang melakukan implan payudara tidak berisiko lebih besar terkena kanker payudara. Akan tetapi, mammogram standar tidak selalu bekerja baik pada perempuan yang melakukan implan payudara. Sinar X tambahan kadang diperlukan untuk mengetes jaringan dada secara menyeluruh.

Anang tidur dengan syahrini???

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar mengejutkan datang dari Papua. Penyanyi sekaligus pencipta lagu Anang Hermansyah dikabarkan tidur sekamar dengan Syahrini, teman duetnya, saat mereka manggung di Bumi Cendrawasih. Mendengar kabar tak sedap tersebut, mantan suami vokalis pop Krisdayanti itu malah santai-santai saja.

"Enggak. Aku jawab enggak. Enggak sekamar," bantah Anang saat ditemui di ruko yang jadi tempat tinggalnya di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (7/5/2010).
Diakui Anang, ia tak mau terbawa emosi mendengar kabar tersebut. Toh, anak bungsu Anang, Azriel, tahu persis apa yang sebenarnya terjadi. "Aku bilang rumor seperti itu pasti ada. Aku sudah tahu itu. Tapi kan anakku (Azriel) juga ikut," ujarnya.
Anang sendiri sudah bisa memprediksi bakal digosipkan demikian dengan Syahrini. Namun, menurutnya, hal itu merupakan risiko dari sebuah pekerjaan. "Enggak apa-apa. Aku bilang semua yang terjadi enggak apa-apa. Pasti ada omongan seperti itu dan buat aku itu bagian dari pekerjaan aku," imbuh Anang.
Anang sadar betul bahwa status duda yang disandangnya, ditambah kedekatannya dengan Syahrini, akan selalu menjadi santapan hangat bagi kalangan media. Namun, Anang punya alasan sendiri bahwa kedekatan itu berkaitan erat dengan kesibukan mereka sebagai teman duet. Menurut Anang, pekerjaanlah yang menuntutnya harus selalu bersama Syahrini.
"Ini kan duetnya memang selalu berdua, pasti selalu manggung berdua. Jadi, apa pun yang terjadi, aku sama Rini (demikian Syahrini biasa disapa) itu akan jadi bahasan. Menariknya karena aku seperti ini, dan kalau terjadi pembicaraan seperti itu, aku terima aja," ungkapnya.
"Hal apa pun yang diapresiasi masyarakat akan ku perhatikan," sambungnya.
Apa pun gosipnya, Anang menegaskan bahwa apa yang dilakukannya dengan Syahrini hanya sebatas pekerjaan semata. "Apa yang aku lakukan bareng Rini itu konteksnya ada, dan tak sejauh tanggapan orang. Yang penting kitanya enggak seperti itu," tutupnya.

Akun para founder facebook

Pasti tidak asing lagi buat kita mendengar kata-kata "facebook" ya, jejaring sosial yang sekarang ini menjadi Top jejaring sosial di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Pernahkah kalian melihat url akun facebook anda ketika sedang di home/profil anda, contoh : http://www.facebook.com/profile.php?id=1739877772 , pada bagian setelah alamat situs facebook tersebut tertulis /profile.php?id='nomor akun facebook seseorang' dimana nomor tersebut sudah sangat banyak sekali, terbayang sedikit mungkin dibenak kita jumlah pengguna akun facebook samapai saat ini.
Nah, sekarang yang saya ingin beritahukan adalah akun-akun pendiri facebook. Pernahkah anda mencoba mengisikan pada url id nya seperti berikut ini : http://www.facebook.com/profile.php?id=0 apa yang terjadi? yang terjadi adalah kita akan diarahkan kepada akun/profil facebook kita sendiri. Coba lagi dengan http://www.facebook.com/profile.php?id=1 sampai dengan 3 kosong atau tidak dapat diakses, kemungkinan ini adalah id admin atau super admin yang digunakan untuk keperluan facebook. Sekarang mari coba yang ini : http://www.facebook.com/profile.php?id=4 apa yang terjadi? ya, ternyata kita diarahkan atau menuju akun seseorang, yaitu Mark zuckerberg http://www.facebook.com/zuck ia adalah Founder/pendiri situs jejaring sosial ini.

 Lahir 14 Mei 1984 (umur 25)
 White Plains, New York

 Pekerjaan Pendiri, CEO & Presiden dari Facebook

 Kekayaan bersih Kurang dari $1 Triliun

 Agama Atheis

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lanjut sekarang kita kepada url berikut ini : http://www.facebook.com/profile.php?id=5 , apa yang terjadi? kita diarahkan kepada akun ChrisHughes ia adalah seorang teman Mark, ia adalah co-founder facebook ia juga menjadi salah seorang yang mensukseskan kampanye seorang Presiden Amerika Serikat yaitu Barrack Obama.
 
 
 
 
 
 
 
 
http://www.facebook.com/profile.php?id=6 kita akan diarahkan kepada akun seorang teman dari mark juga yaitu Dustin Moskovitz ia adalah co-founder facebook .
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
http://www.facebook.com/profile.php?id=7 ini adalah akun facebook dari Arie Hasit
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sedangkan untuk id 8-9 kosong.
 
http://www.facebook.com/profile.php?id=10 adalah akun seorang Marcel Georgés Laverdet ia adalah seorang moderator facebook.
 
 
http://www.facebook.com/profile.php?id=13 akun seorang Chris Putnam .
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Setelah akun ini tidak ada akun lagi dari para founder dan pengurus facebook. 

Daftar pemain yang akan tampil pada kejuaraan piala Thomas dan Uber Cup di Malaysia

Pemain yang masuk dalam Tim Thomas-Uber merupakan pemain-pemain terbaik, baik yang saat ini masuk pelatnas maupun di luar pelatnas.
Pemain dari luar pelatnas, di antaranya, tunggal putra Taufik Hidayat serta pemain spesialis ganda Alvent Yulianto Chandra.
Taufik saat ini menduduki peringkat empat dunia, sedangkan Alvent yang saat itu berpasangan dengan Hendra Aprida Gunawan berada pada peringkat enam dunia.

Selain itu, Tim Thomas juga diperkuat oleh juara olimpiade, Markis Kido/Hendra Setiawan. Pasangan ini diharapkan mampu meloloskan tim pada babak final yang akan digelar di Malaysia pada 9-16 Mei mendatang.
Untuk Tim Uber, selain diperkuat oleh pemain-pemain pelatnas, juga diperkuat oleh pemain non-pelatnas, yaitu Maria Febe Kusumastuti.
PB PBSI berharap Tim Thomas dan Uber 2010 mampu memberikan hasil terbaik dan mampu membawa kembali Piala Thomas dan Uber.

 
Daftar pemain Tim Thomas dan Uber Indonesia 2010:
- Tim Thomas
1. Taufik Hidayat
2. Sony Dwi Kuncoro
3. Simon Santoso
4. Tommy Sugiarto
5. Markis Kido
6. Hendra Setiawan
7. Rian Sukmawan
8. Yonathan Suryatama
9. Mohamad Ahsan
10. Alvent Yulianto

- Tim Uber
1. Adriyanti Fridasari
2. Maria Febe Kusumastuti
3. Maria Kristin
4. Aprilia Yuswandari
5. Greysia Polii
6. Nitya Krishinda
7. Shendy Puspa Irawati
8. Meiliana Jauhari
9. Liliyana Natsir
10. Anneke Feinya
Sumber: Kompas

CANDI CANGKUANG-CANDI DI TENGAH DANAU

Pernah mendengar nama ini..? atau sudah pernah kesini gan..? Jalan-jalan ke daerah Garut, Jawa Barat yuk..
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan Vorderman (terbit tahun 1893) mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arif Muhammad di Leles. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.


Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.


Geografi:
Candi Cangkuang terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Cangkuang pada koordinat 106°54'36,79" Bujur Timur dan 7°06'09" Lintang Selatan. Selain pulau yang memiliki candi, di danau ini terdapat pula dua pulau lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.

Lokasi danau Cangkuang ini topografinya terdapat pada satu lembah yang subur kira-kira 600-an m d.p.l yang dikelilingi pegunungan: Gunung Haruman (1.218 m d.p.l) di sebelah timur - utara, Pasir Kadaleman (681 m d.p.l) di tenggara, Pasir Gadung (1.841 m d.p.l) di sebelah selatan, Gunung Guntur (2.849 m d.p.l) di sebelah barat-selatan, Gunung Malang (1.329 m d.p.l) di sebelah barat, Gunung Mandalawangi di sebelah selatan-utara, serta Gunung Kaledong (1.249 md.p.l) di sebelah timur.

Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang dapat kita saksikan merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Candi ini berdiri pada sebuah lahan persegi empat yang berukuran 4,7 x 4,7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m. Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 m dan lébar 1,26 m.

Tubuh bangunan candi bentuknya persegi empat 4,22 x 4,22 m dengan tinggi 2,49 m. Di sisi utara terdapat pintu masuk yang berukuran 1,56 m (tinggi) x 0,6 m (lebar). Puncak candi ada dua tingkat: persegi empat berukuran 3,8 x 3,8 m dengan tinggi 1,56 m dan 2,74 x 2,74 m yang tingginya 1,1 m. Di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 m yang tingginya 2,55 m. Di dasarnya terdapat cekungan berukuran 0,4 x 0,4 m yang dalamnya 7 m (dibangun ketika pemugaran supaya bangunan menjadi stabil).


Di antara sisa-sisa bangunan candi, ditemukan juga arca (tahun 1800-an) dengan posisi sedang bersila di atas padmasana ganda. Kaki kiri menyilang datar yang alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan. Dengan adanya kepala nandi ini, para ahli menganggap bahwa ini adalah arca Siwa. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Pada tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga.

Keadaan arca ini sudah rusak, wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm & 45 cm (tinggi 6 cm dan 19 cm), tinggi 41 cm.


Candi Cangkuang sebagaimana terlihat sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan aslinya hanyalah 35%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang sebenarnya belumlah diketahui.

Candi ini berjarak sekitar 3 m di sebelah selatan makam Arif Muhammad.

Melihat bentuknya, candi Cangkuang dapat dibandingkan dengan kelompok candi di Gedongsongo (Candi II) dan Dieng (Candi Puntadewa). Bentuk profil bagian kaki, badan, dan atap mempunyai kesamaan. Demikian juga pintu masuknya mempunyai penampil. Atapnya terdiri dari tiga tingkat dan masing-masing tingkat terdapat hiasan mercu dan hiasan? antefix. Kalau pada bangunan candi di Jawa Tengah mempunyai hiasan antefix yang diukir dengan hiasan sulur daun, maka pada Candi Cangkuang hiasan antefix-nya polos. Hiasan lain yang pada pintu masuk candi di Jawa Tengah adalah hiasan kala dan makara, maka pada Candi Cangkuang hiasan ini tidak ada. Berdasarkan perbandingan ini, dapat diduga bahwa bahwa Candi Cangkuang dibangun pada sekitar abad ke-8-9 Masehi.

Candi Cangkuang merupakan salah satu bangunan suci yang dibangun ideal sesuai dengan konsep tata-ruang agama Hindu. Candi ini diumpamakan sebagai Gunung Meru yang berdiri megah di tengah-tengah samudra yang dikelilingi oleh rangkaian pegunungan. Udara sekitarnya cukup sejuk karena terletak di dataran tinggi. Karena itulah Pemerintah daerah Kabupaten Garut menjadikan daerah ini sebagai obyek wisata budaya dan wisata alam.

Danau kecil atau biasa disebut dengan Situ membentang dengan bunga teratai dan eceng gondok diatasnya. Situ Cangkuang, biasanya penduduk setempat menyebut nama tersebut dan termasuk salah satu Situ yang sangat bersejarah, karena ditengahnya terdapat sebuah bangunan candi. Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi yang dapat dipugar di daerah Jawa Barat.


Nama Candi Cangkuang disesuaikan dengan nama desa dimana candi itu ditemukan. Desa Cangkuang berasal dari nama pohon yang banyak terdapat disekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, namanya pohon Cangkuang, pohon ini sejenis pohon pandan dalam bahasa latinnya ( Pandanus Furcatus ), tempo dulu daunnya dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren. Embah Dalem Arif Muhammad dan kawan-kawan beserta masyarakat setempatlah yang membendung daerah ini, sehingga terjadi sebuah danau dengan nama "Situ Cangkuang" kurang lebih abad XVII. Embah Dalem Arif Muhammad dan kawan-kawan berasal dari kerajaan Mataram di Jawa Timur. Mereka datang untuk menyerang tentara VOC di Batavia sambil menyebarkan Agama Islam di Desa Cangkuang Kabupaten Garut. Waktu itu di Kampung Pulo salah satu bagian wilayah dari desa Cangkuang sudah dihuni oleh penduduk yang beragama Hindu. Namun secara perlahan namun pasti, Embah Dalem Arif Muhammad mengajak masyarakat setempat untuk memeluk Agama Islam.

Desa Cangkuang terletak disebelah utara kabupaten Garut masuk Kecamatan Leles, tepatnya berjarak 17 km dari Garut atau 46 km dari Bandung. Untuk menuju situs Cangkuang dari arah Bandung, bisa menggunakan mobil pribadi atau umum. Dari arah Bandung menuju Garut kita akan ketemu dengan kecamatan Leles, ketika sampai di Leles ada sebuah papan petunjuk yang sangat jelas yang menunjukkan posisi Candi Cangkuang. Masuk ke dalam sejauh kurang lebih 3 km, dengan jalan beraspal dapat dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun empat, bahkan masih dipertahankan angkutan tradisional delman ( andong ). Apabila ditempuh dengan jalan kaki memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Udara didaerah ini tergolong sejuk, karena terletak di ketinggian 700 m diatas permukaan air laut. Disepanjang perjalanan dari Leles ke desa Cangkuang kita akan menyaksikan indahnya sawah yang hijau, disebelah utara kita akan melihat Gunung Haruman, dan disebelah barat akan nampak Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur yang menjulang tinggi.


Lebih unik lagi disamping Candi cangkuang terdapat sebuah pemukiman yang dinamakan dengan Kampung Pulo. Sebuah kampung kecil yang terdiri dari enam buah rumah dan kepala keluarga. Ketentuan ini harus ditepati, dan sudah merupakan ketentuan adat kalau jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam. Oleh karena itu bagi Kampung Pulo Desa Cangkuang sukar atau relatif lama untuk berkembang, baik rumahnya atau penduduknya dari keenam kepala keluarga tersebut. Sebagian besar dari penduduk Kampung Pulo tersebut bermata pencaharian petani dengan tanah sendiri, dan sebagian lagi sebagai petani penggarap tanah orang lain. Penduduk yang menempati kampung ini merupakan penduduk keturunan ke tujuh dari Eyang Dalem Arif Muhammad. Karena uniknya tempat ini, baik dari sejarah maupun lokasinya, membuat daya tarik tersendiri buat wisatawan baik domestik maupun luar negeri untuk mengunjungi tempat ini.


Saturday, April 3, 2010

WAKTU KERJA DAN UPAH LEMBUR DI P.T. ADIRA FINANCE

Perusahaan Leasing nomor satu di Indonesia saat ini adalah PT Adira Finance, yang memiliki kantor cabang diseluruh Indonesia, informasi dari Management target penyaluran kredit pada 2009 sebesar 13 triliun rupiah. Kondisi itu tentu memberikan gambaran kesejahteraan karyawan.
                Namun tidak demikian yang terjadi, bahkan PT Adira Finance secara nyata melanggar UU no 13 tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan khususnya pada Pasal 77 ayat 1 dan 2 serta Pasal 78 ayat 1 dan 2.
Pasal 77 UU No 13 th 2003:
                Ayat 1: Setiap Pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.
                Ayat 2: Waktu kerja sebagaimana dimaksud ayat 1 meliputi;
(a)    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan atau 40 jam 1 (satu) minggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu, atau.
(b)   8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan atau 40 jam 1 (satu) minggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu.
Pasal 78 UU No 13 th 2003:
Ayat 1: Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana     
                dimaksud Pasal 77 Ayat 2, harus memenuhi syarat sbb;
(a)    Persetujuan dari pekerja ybs.
(b)   Waktu lembur hanya dapat diberikan 3 (tiga) jam dalam sehari atau 14 (empat belas) jam dalam seminggu.
Ayat 2: Pengusaha yang mempekerjakan sebagaimana ayat (1) wajib membayar upah kerja
                lembur.
Karyawan PT Adira Finance Bag Adm Collection bekerja dari pukul 07.30 s.d pukul 19.30 WIB (12 jam kerja tiap hari dengan waktu kerja 6 hari seminggu). Tiap hari rata-rata 12 jam, seminggu 72 jam kerja (selisih waktu kerja tiap minggu 32 jam atau setara 4 hari kerja) kelebihan waktu kerja 32 jam seminggu tersebut tidak pernah mendapatkan imbalan upah lembur sebagaimana tercantum dalam Pasal 78 Ayat (2).
Dari kenyataan ini PT Adira Finance melanggar UU No 13 tentang Ketenaga Kerjaan yaitu:
(a)    Melanggar ketentuan waktu kerja 40 jam dalam seminggu
(b)   Melanggar waktu lembur melebihi 14 jam seminggu
(c)    Melanggar Pasal 78 Ayat 2, tidak membayar upah kerja lembur
Sebagaimana informasi seorang karyawan bagian Administrasi menerima take home pay sebesar Rp 1.070.000,- (satu juta tujuh puluh ribu rupiah)
Melalui surat pembaca ini saya berharap PT Adira Finance memperhatikan hak-hak pekerja sebagaimana diatur dalam UU No 13 th 2003, dan Dinas Tenaga Kerja Prov DKI Jakarta agar melakukan pengawasan terhadap Pengusaha yang tidak menerapkan UUD No 13 th 2003.